Ku pejamkan mata sejenak
Biarkan sesaat semua terhenti
Tiga larik terakhir napas terhembus sudah
Selantun doa penyerahan diri pada SANG HIDUP
Sebait urai harap pembebasan diri bagiku ,
pula bagi ia yang ada di dalam dan di luarku
Terikat pada benang rasa asa penyatuan sejati pada kepasrahan akanMu
Tri stana ruang diri perlambang trilokapala
Hela panjang napas lembut tak berjeda
Tak hendak kuhembus lagi rasanya
Masuk adalah keluar tanpa sekat
Liar , nikmat , pelangi berpendar
Jembatan naga berderak lembut
Benteng mengembang kokoh
Memanggil prana alam raya
Lupakan semua aturan yang ada
Lepaskan napas menderu
Nyanyian abadi mulai kunikmati lagi
Napas , jantung , tulang , otot , kulit
Bunyikan lagu kehidupan
Kubebaskan semua yang ada pada diri
Nikmati lagu alam raya , harmoni keberadaan diri
Rhapsody indah yang hampir terlupakan
Meraba lembut sang bumi dengan telapak kakiku
Tanpa aturan mengikat
Meliuk tanpa jeda penghambat
Biarkan Taksaka terbangun dari relungnya
mendaki jembatan , turun menyapa bumi , naik menyapa langit
Mengetuk setiap sendi , mengisi tiap ototku
Bebas , tak terpaksa , tak memaksa
Pembukaan empat gerbang utama
13 jalur bintang
Bukan ida , bukan pingala tapi jembatan naga dari ujung jari ke pucuk kepala
Mata ketiga , telaga kumala , pilar kiri , pilar kanan
Lambang Maha kala terbuka jalur prana salib emas
Depan belakang , kiri kanan , atas bawah
lengkaplah sudah .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar