Inilah persiapan dasar atau latihan pernapasan dasar yang harus dilakukan sebelum melatih GENDERANG GANESHA .
- Tarik napas dengan 4 hitungan
- tahan napas selama 4 hitungan , kencangkan bagian perut yg berada 2 jari di bawah pusar ( jika belum mampu menahan dengan teknik pernapasan perut , gunakan pernapasan dada biasa )
- hembuskan napas dalam 4 hitungan
- tutup seluruh saluran napas , tidak menarik atau menghembuskan napas , penahanan terbalik pada paru - paru . Lakukan pula selama 4 hitungan .
- tarik kembali napas dalam 4 hitungan lagi , langkah kembali ke awal .
Latihan ini cukup beresiko .
Terutama pada bagian akhir ( langkah ke 4 ) , jangan memaksakan diri untuk berlatih cepat .
Atau memperpanjang hitungan secara cepat dan terburu - buru .
Tidak diperkenankan merubah ritme hitungan dalam satu rangkai , jika ingin merubah , baik memperpanjang atau memperpendek hitungan napas , lakukanlah jeda , istirahat sejenak kemudian lanjutkan dengan ritme hitungan yang baru .
Tidak boleh menahan napas , dengan tekanan napas di leher .
Jika hal itu terjadi , segeralah hembuskan napas panjang - panjang , istirahatlah selama 1 menit , baru boleh melanjutkan latihan .
Berlatihlah selama 10 menit tiap kali latihan persiapan .
Lakukan hal ini selama 2 minggu sebelum memasuki tahapan gerak .
Sepanjang latihan persiapan , kedua tangan dikepalkan kencang , tapi tidak pada kekekncangan maksimum .
Jika timbul rasa nyeri di dada sepanjang atau setelah latihan pernapasan ini .
Sebaiknya beristirahat , melalukan jeda latihan selama 3 hari , dan mulailah kembali dari awal .
Jika dipaksakan , resiko luka dalam dan pecahnya pembuluh darah , cukup besar .
Selamat mencoba .
CATATANKU
Selasa, 29 Juni 2010
Selasa, 01 Juni 2010
2
Salam ya prativi .
Menepis larik cahaya , menutup telinga .
Merentak bumi , menghadirkan diri .
Tiada . Mengikat titik api .
Menikam kundalini .
Menjerat naga dalam pusaran .
Tiap tapak terseret bagai mayat hidup .
Perlahan mengais sisa angin di depan wajah dengan cakar kemarahan .
Buka gerbangmu .
Tembusi semua dalam hitungan 5 .
Dua langkah ke depan mulai dengan kaki kanan .
Dorong tapak terbalik ke depan pada tiap langkah .
Hentak bumi kembali dengan kaki kiri , kais ia searah putaran bumi bukan jantra waktu .
Sentak kebelakang dan dorong kembali ke depan dua tapak itu .
Duduk di kursi tak terlihat .
Lepaskan seluruh napas , lambat seksama , tak perlu buru - buru .
Pahami tarian jiwa sebelum memasuki dua .
Tahap berikutnya : GENDERANG GANESHA .
Tunggulah .
Aku tetap akan menulisnya .
Blog ini jarang dikunjungi orang .
Yang bisa memahami rangkaian yang aku tulis , hanya sedikit .
Ingin mencobanya , silahkan saja .
Tak sama gerakmu dengan gerakku , tak apa , tapi pahami intinya .
Semoga ada gunanya untukmu .
Menepis larik cahaya , menutup telinga .
Merentak bumi , menghadirkan diri .
Tiada . Mengikat titik api .
Menikam kundalini .
Menjerat naga dalam pusaran .
Tiap tapak terseret bagai mayat hidup .
Perlahan mengais sisa angin di depan wajah dengan cakar kemarahan .
Buka gerbangmu .
Tembusi semua dalam hitungan 5 .
Dua langkah ke depan mulai dengan kaki kanan .
Dorong tapak terbalik ke depan pada tiap langkah .
Hentak bumi kembali dengan kaki kiri , kais ia searah putaran bumi bukan jantra waktu .
Sentak kebelakang dan dorong kembali ke depan dua tapak itu .
Duduk di kursi tak terlihat .
Lepaskan seluruh napas , lambat seksama , tak perlu buru - buru .
Pahami tarian jiwa sebelum memasuki dua .
Tahap berikutnya : GENDERANG GANESHA .
Tunggulah .
Aku tetap akan menulisnya .
Blog ini jarang dikunjungi orang .
Yang bisa memahami rangkaian yang aku tulis , hanya sedikit .
Ingin mencobanya , silahkan saja .
Tak sama gerakmu dengan gerakku , tak apa , tapi pahami intinya .
Semoga ada gunanya untukmu .
Jumat, 13 Februari 2009
TARIAN JIWA ( Jurus pembukaan )
Ku pejamkan mata sejenak
Biarkan sesaat semua terhenti
Tiga larik terakhir napas terhembus sudah
Selantun doa penyerahan diri pada SANG HIDUP
Sebait urai harap pembebasan diri bagiku ,
pula bagi ia yang ada di dalam dan di luarku
Terikat pada benang rasa asa penyatuan sejati pada kepasrahan akanMu
Tri stana ruang diri perlambang trilokapala
Hela panjang napas lembut tak berjeda
Tak hendak kuhembus lagi rasanya
Masuk adalah keluar tanpa sekat
Liar , nikmat , pelangi berpendar
Jembatan naga berderak lembut
Benteng mengembang kokoh
Memanggil prana alam raya
Lupakan semua aturan yang ada
Lepaskan napas menderu
Nyanyian abadi mulai kunikmati lagi
Napas , jantung , tulang , otot , kulit
Bunyikan lagu kehidupan
Kubebaskan semua yang ada pada diri
Nikmati lagu alam raya , harmoni keberadaan diri
Rhapsody indah yang hampir terlupakan
Meraba lembut sang bumi dengan telapak kakiku
Tanpa aturan mengikat
Meliuk tanpa jeda penghambat
Biarkan Taksaka terbangun dari relungnya
mendaki jembatan , turun menyapa bumi , naik menyapa langit
Mengetuk setiap sendi , mengisi tiap ototku
Bebas , tak terpaksa , tak memaksa
Pembukaan empat gerbang utama
13 jalur bintang
Bukan ida , bukan pingala tapi jembatan naga dari ujung jari ke pucuk kepala
Mata ketiga , telaga kumala , pilar kiri , pilar kanan
Lambang Maha kala terbuka jalur prana salib emas
Depan belakang , kiri kanan , atas bawah
lengkaplah sudah .
Biarkan sesaat semua terhenti
Tiga larik terakhir napas terhembus sudah
Selantun doa penyerahan diri pada SANG HIDUP
Sebait urai harap pembebasan diri bagiku ,
pula bagi ia yang ada di dalam dan di luarku
Terikat pada benang rasa asa penyatuan sejati pada kepasrahan akanMu
Tri stana ruang diri perlambang trilokapala
Hela panjang napas lembut tak berjeda
Tak hendak kuhembus lagi rasanya
Masuk adalah keluar tanpa sekat
Liar , nikmat , pelangi berpendar
Jembatan naga berderak lembut
Benteng mengembang kokoh
Memanggil prana alam raya
Lupakan semua aturan yang ada
Lepaskan napas menderu
Nyanyian abadi mulai kunikmati lagi
Napas , jantung , tulang , otot , kulit
Bunyikan lagu kehidupan
Kubebaskan semua yang ada pada diri
Nikmati lagu alam raya , harmoni keberadaan diri
Rhapsody indah yang hampir terlupakan
Meraba lembut sang bumi dengan telapak kakiku
Tanpa aturan mengikat
Meliuk tanpa jeda penghambat
Biarkan Taksaka terbangun dari relungnya
mendaki jembatan , turun menyapa bumi , naik menyapa langit
Mengetuk setiap sendi , mengisi tiap ototku
Bebas , tak terpaksa , tak memaksa
Pembukaan empat gerbang utama
13 jalur bintang
Bukan ida , bukan pingala tapi jembatan naga dari ujung jari ke pucuk kepala
Mata ketiga , telaga kumala , pilar kiri , pilar kanan
Lambang Maha kala terbuka jalur prana salib emas
Depan belakang , kiri kanan , atas bawah
lengkaplah sudah .
Rabu, 11 Februari 2009
GURU
Tak akan ada murid yang lebih pandai dari gurunya .
Tak akan ada murid yang mampu mengalahkan gurunya .
Karena mereka belajar segala sesuatu yang belum mereka ketahui , dari guru .
Guru hanya belajar lebih awal sehari semalam .
Karena hidup berlangsung hanya sehari semalam .
Sebab kelahiran dan kematian akan selalu datang , siang atau malam .
Seberapa pun gaibnya pengetahuan , jawabannya ada di dalam dirimu .
Karena dirimu adalah miniatur alam semesta dan bagian dari semesta itu sendiri .
Jika kau mampu berkomunikasi dalam rasa sejatimu pada dirimu sendiri , harta tak terbilang akan tergali .
Pengetahuan bukanlah sumur tanpa dasar , jika ia tanpa dasar tak ada apa pun yang dapat kau timba .
Ia bagaikan mata air yang terus menetes , tak pernah habis , ia tak mengalir , namun teralirkan oleh waktu dan mereka yang mencari serta mengolahnya .
Ia , ruang semesta dimana kau dapat berpijak di mana saja , melangkah ke mana pun .
Bagaikan makan , digigit , dikunyah seksama , dirasakan , baru kemudian dicerna berguna .
Ia adalah ruang tak berbatas puncak .
Batasan puncak yang kau katakan , sebenarnya tak lebih dari batas semu yang kau ciptakan sendiri dari ketidak mampuanmu untuk meraih lebih tinggi .
Hidup adalah guru sejati .
Menyajikan uraian , contoh soal , soal uji dan jawabannya dalam lini papar nyata .
Tak akan ada murid yang mampu mengalahkan gurunya .
Karena mereka belajar segala sesuatu yang belum mereka ketahui , dari guru .
Guru hanya belajar lebih awal sehari semalam .
Karena hidup berlangsung hanya sehari semalam .
Sebab kelahiran dan kematian akan selalu datang , siang atau malam .
Seberapa pun gaibnya pengetahuan , jawabannya ada di dalam dirimu .
Karena dirimu adalah miniatur alam semesta dan bagian dari semesta itu sendiri .
Jika kau mampu berkomunikasi dalam rasa sejatimu pada dirimu sendiri , harta tak terbilang akan tergali .
Pengetahuan bukanlah sumur tanpa dasar , jika ia tanpa dasar tak ada apa pun yang dapat kau timba .
Ia bagaikan mata air yang terus menetes , tak pernah habis , ia tak mengalir , namun teralirkan oleh waktu dan mereka yang mencari serta mengolahnya .
Ia , ruang semesta dimana kau dapat berpijak di mana saja , melangkah ke mana pun .
Bagaikan makan , digigit , dikunyah seksama , dirasakan , baru kemudian dicerna berguna .
Ia adalah ruang tak berbatas puncak .
Batasan puncak yang kau katakan , sebenarnya tak lebih dari batas semu yang kau ciptakan sendiri dari ketidak mampuanmu untuk meraih lebih tinggi .
Hidup adalah guru sejati .
Menyajikan uraian , contoh soal , soal uji dan jawabannya dalam lini papar nyata .
Senin, 09 Februari 2009
Malaikat
Tiap orang terlahir ke dunia , dikaruniai malaikat pelindung dan roh pelindung .
Aku pun demikian .
Hidupku penuh warna , penuh gejolak , berubah tiap waktu .
Hadir mereka , tak tampak , ada , terasa , percaya , penuh cinta , percayakan pilihan dan tindakan di tanganku sendiri .
Lusius nama roh pelindungku dan Urbanus malaikat pelindungku .
Aku terlahir ke dunia , di karuniai malaikat dan pelindung nyata , lahiriah .
Ibu dan bapakku adalah keduanya .
Hidupi aku dengan darah dan cinta .
Ajari aku untuk bicara , berdiri , berjalan , makna jatuh dan bangkit kembali .
Bimbing aku dengan contoh nyata dalam hidup .
Semua ku timba , baik dan buruk , karena inilah hidup .
Meneladani hal baik , menimba pengalaman dari hal buruk .
Bukan untuk lari , namun untuk lebih dewasa , lebih tahu cara menyelesaikannya .
Aku pun demikian .
Hidupku penuh warna , penuh gejolak , berubah tiap waktu .
Hadir mereka , tak tampak , ada , terasa , percaya , penuh cinta , percayakan pilihan dan tindakan di tanganku sendiri .
Lusius nama roh pelindungku dan Urbanus malaikat pelindungku .
Aku terlahir ke dunia , di karuniai malaikat dan pelindung nyata , lahiriah .
Ibu dan bapakku adalah keduanya .
Hidupi aku dengan darah dan cinta .
Ajari aku untuk bicara , berdiri , berjalan , makna jatuh dan bangkit kembali .
Bimbing aku dengan contoh nyata dalam hidup .
Semua ku timba , baik dan buruk , karena inilah hidup .
Meneladani hal baik , menimba pengalaman dari hal buruk .
Bukan untuk lari , namun untuk lebih dewasa , lebih tahu cara menyelesaikannya .
Minggu, 30 November 2008
Catatan
Aku ingin menulis lebih banyak lagi . Lagi dan lagi .
Aku ingin menuliskan apa yang ingin aku sampaikan .
Keinginanku untuk mengarang , menulis cerita .
Juga beberapa pengetahuan dari pengalaman atau pun buah pikirku .
Apa pun bentuknya , apa pun isinya .
Sebagai pematang kecil penggalian diri .
SALAM DAMAI BAGIMU SAUDARAKU
Aku ingin menuliskan apa yang ingin aku sampaikan .
Keinginanku untuk mengarang , menulis cerita .
Juga beberapa pengetahuan dari pengalaman atau pun buah pikirku .
Apa pun bentuknya , apa pun isinya .
Sebagai pematang kecil penggalian diri .
SALAM DAMAI BAGIMU SAUDARAKU
Langganan:
Postingan (Atom)
